Mengenal Plagiasi

sehat ikhsan shadiqin

http://bahasa.kompasiana.com/

Apa itu Plagiasi?

OPINI | 20 February 2012 | 23:23  | Lihat di Beta Dibaca: 2634   Komentar: 6   1

Disebut plagiasi kalau:

ada sebuah artikel, lengkap dari judul hingga penutup atau daftar isi, lalu anda mengganti nama penulisnya dengan nama anda sendiri, seolah tulisan itu adalah tulisan anda.

ada sebuah buku yang terdiri dari berbagai bab. Anda mengambil satu bab mengubahkanya menjadi makalah atas nama anda sendiri.

ada sebuah hasil penelitian yang terdiri dari beberapa bab. Anda mengganti lokasi dan waktu penelitian. Sementara format, teori, metodologinya anda contek dari hasil penelitian tersebut dan anda mengatakan kalau itu hasil penelitian anda sendiri.

ada sebuah tulisan, anda mengganti judulnya dengan judul lain tapi isinya sama saja, lalu anda mengatakan itu tulisan anda sendiri. Di manapun anda mengambil tulisan tersebut.

ada satu atau beberapa paragraf yang anda ambil dari tulisan orang lain tanpa menyebut sumbernya.

ada beberapa paragraf anda ambil dari tulisan orang lain tanpa mengubah bahasanya, meskipun di paragraf awal saja anda mengatakan kalau tulisan itu berasal dari tulisan orang lain, sementara paragraf lain tidak disebutkan lagi meskipun sumbernya sama, itu adalah plagiasi.

anda mengutip tulisan orang lain satu paragraf panjang (lebih dari empat baris) namun tidak membat tanda kutip atau memadatkan paragrafnya.

ada sebuah “thesis” (kalimat kesimpulan) yang anda baca dari sebuah penelitian, atau sebuah perenungan akademik, lalu anda mengambil “tesis” itu (dengan bahasa yang sama atau tidak), lalu mengatakan itu adalah “thesis” anda sendiri.

anda menyebut satu atau beberapa kata istilah untuk mengabstraksi sebuah realitas yang istilah itu belum lumrah dikenal dalam masyarakat, dan anda mengatakan istilah itu dari anda sendiri.

anda mengambil sebagian atau seluruh tulisan anda sendiri yang pernah anda publikasi di tempat lain untuk melengakapi tulisan anda yang baru tanpa menyebut referensi tulisan yang sudah dipublikasi sebelumnya.

anda meringkas sebuah buku menjadi sebuah makalah atau sebuah esai tanpa mengatakan nama buku yang anda jadikan sumbernya.

Tidak disebut Plagiasi, tapi anda tidak punya etika kalau:

membuat sebuah tulisan yang berasal dari kumpulan paragraf dari tulisan orang lain dengan menyebut sumbernya di setiap paragraf yang anda ambil.

menulis sebuah paragraf atau sebuah kalimat yang merupakan milik anda sendiri, namun sumber informasi data dalam tulisan itu sesungguhnya anda peroleh dari sebuah tulisan lain.

anda memiliki sebuah buku bahasa asing dan terjemahannya. Untuk memahami isi buku anda membaca terjemahannya, namun dalam kutipan tulisan anda merujuk pada buku aslinya.

Tidak disebut plagiasi kalau:

ada sebuah kalimat statemen umum yang semua orang tahu atau sudah lumrah diketahui, lalu anda mengambilnya. Seperti: “Indonesia adalah negara kepulauan”.

mengungkapkan informasi geografis suatu tempat yang umum diketahui, atau informasi fisik yang tidak terbantahkan meskipun anda membaca dari tulisan orang lain. Seperti: “Aceh berada di ujung barat pulau Sumatera”.

mengutip bulat-bulat ayat dari kitab suci tanpa mengatakan perusahaan yang mencetak kitab suci tersebut, atau siapa yang melayout dan mendesain tata letak isinya.

menulis sebuah abstraksi dari kumpulan berbagai bacaan, pengalaman, pengamatan yang sudah tersimpan dalam memori pikiran anda.

Tidak disebut plagiasi dan anda mendapatkan pahala jika melakukannya kalau:

Anda mempublikasikan kembali tulisan ini di tempat lain secara utuh, tidak mengubah apapun isinya, termasuk nama saya di bawah judul. :-)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.[1] Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Plagiat

Dalam buku Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah, Felicia Utorodewo dkk. menggolongkan hal-hal berikut sebagai tindakan plagiarisme.[2]:

  • Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri,
  • Mengakui gagasan orang lain sebagai pemikiran sendiri
  • Mengakui temuan orang lain sebagai kepunyaan sendiri
  • Mengakui karya kelompok sebagai kepunyaan atau hasil sendiri,
  • Menyajikan tulisan yang sama dalam kesempatan yang berbeda tanpa menyebutkan asal-usulnya
  • Meringkas dan memparafrasekan (mengutip tak langsung) tanpa menyebutkan sumbernya, dan
  • Meringkas dan memparafrasekan dengan menyebut sumbernya, tetapi rangkaian kalimat dan pilihan katanya masih terlalu sama dengan sumbernya.

Yang digolongkan sebagai plagiarisme:

  • menggunakan tulisan orang lain secara mentah, tanpa memberikan tanda jelas (misalnya dengan menggunakan tanda kutip atau blok alinea yang berbeda) bahwa teks tersebut diambil persis dari tulisan lain
  • mengambil gagasan orang lain tanpa memberikan anotasi yang cukup tentang sumbernya

Yang tidak tergolong plagiarisme:

  • menggunakan informasi yang berupa fakta umum.
  • menuliskan kembali (dengan mengubah kalimat atau parafrase) opini orang lain dengan memberikan sumber jelas.
  • mengutip secukupnya tulisan orang lain dengan memberikan tanda batas jelas bagian kutipan dan menuliskan sumbernya.

Plagiarisme dalam literatur

Plagiarisme dalam literatur terjadi ketika seseorang mengaku atau memberi kesan bahwa ia adalah penulis asli suatu naskah yang ditulis orang lain, atau mengambil mentah-mentah dari tulisan atau karya orang lain atau karya sendiri (swaplagiarisme) secara keseluruhan atau sebagian, tanpa memberi sumber.

Akademis

Selain masalah plagiarisme biasa, swaplagiarisme juga sering terjadi di dunia akademis. Swaplagiarisme adalah penggunaan kembali sebagian atau seluruh karya penulis itu sendiri tanpa memberikan sumber aslinya.[3]. Menemukan swaplagiarisme sering kali sulit karena masalah-masalah hukum yang berkaitan dengan fair use[4]. Beberapa organisasi profesional seperti Association for Computing Machinery memiliki kebijakan untuk menangani hal ini[5].

 

  • KBBI, 1997: 775
  • ^ Utorodewo, Felicia, dkk. 2007. “Bahasa Indonesia: Sebuah Pengantar Penulisan Ilmiah”. Jakarta: Lembaga Penerbit FEUI.
  • ^ Irving Hexham (2005). “Academic Plagiarism Defined”.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *